Jalan Bidadari
03 Mar 2011 3 Komentar
Malam telah larut dan para malaikat membawaku ketika aku bermimpi. Ketempat disana aku sangat takut untuk melihatnya. Bukan neraka tapi sebuah tempat dimana bidadari berkumpul disana. Taman surga sementara tempat para jiwa bidadari dikumpulkan.
Aku melihat wajah para perempuan yang sebagian aku kenal. Mereka bertasbih, mereka cantik menawan. Ya menawan setiap hati yang melihatnya dengan segala ketakutan. Bahwaakan banyak waktu untuk menyesali waktu-waktu yang telah aku lewatkan.
Seandainya kalian melihatnya kawan bahwa wanita-wanita itu tidak sia-sia menutup auratnya. Setiap rambut dan setiap lekuk yang tidak halal. Semoga Alloh merahmatiku dengan satu bidadari diantara mereka.
10 Tempat untuk Menangis .:Ayunan Belakang Syuhada:.
13 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in my life
Ditempat dimana semua ingatan dibekukan. Dengan duduk saja maka angin akan mencitakan kisah anak-anak sang waktu. Yang menang bersama waktu, kini dan nanti. Tempat dimana beberapa jiwa dikutuk untuk menangis.Dan memohon agar waktu itu diputar ulang. Namun waktu tidak bisa berputar kembali.
Namun generasi berganti dan legenda anak-anak sang waktu akhirnya abadi bersama waktu, menang bersama waktu, dan bahagia bersama waktu. Adakah anak-anak waktu yang lain masih mengingat bahwa dirinya anak sang waktu.
Aku tidak ingin sang waktu berputar terlalu cepat sehingga generasi anak-anak waktu tumbuh terlalu cepat dan hilang bersama waktu.
Tunas Harapan Umat
13 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in dakwatuna
Belia, semangat membara. Membangun peradaban umat dari satu bata, dua bata, 10, 100. Walau badai dan gempa saling bersua. Tidak berhenti menyusun, menghimpun, membangun.
Entah indah, atau parah. Terus dan terus berubah. Baik hari ini dan selanjutnya. Menyimpan tangis dan menggelak tawa. Demi Indonesia dan ummat Islam di Indonesia lebih baik. Harapan itu dalam doa kami masih terus ada.
JIka engkau membutuhkanku kawan, mungkin aku tidak selalu disisimu. Maka berdoalah rabitah dalam dekapan kesepianmu. Maka Alloh akan mengirimkan rahmat, dan kekuatanNya. Karena aku disini selalu mendoakanmu sama seperti kita berdoa rabitoh bersama-sama
Revo 9000 km
11 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in my life
Dia adalah saksi dan teman pengelana hidupku. Teman terbaik selama aku menempuh perjalanan yang bisu. Menderu bagai geraman singa, menyibak kota mengantarkan diriku secepat-cepatnya. Mungkin aku banyak mendzalimi dirimu yang selalu tersenyum mendoakanku.
Tak pernah mengeluh, hanya membisu. Dalam keluguan mengantarkan diriku, entah itu dalam jalan kebenaran ataupun jalan kesia-siaan. Mungkin engkau pernah marah kepadaku, dalam diam kehujanan tapi tanpa menguthuk diriku. Sampai kapankah kita akan bisa bersama-sama. Aku akan selalu berdo’a untukmu juga revo. Dalam perjalan ke 9000 km ini aku harap kita bisa akur, menempuh jalan dakwah ini bersama-sama =)
Khusyu’
10 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in my life
Udara pagi dipinggiran Jogja makin menghangat dari waktu-kewaktu. Selendang-selendang cahaya menyisip di langit dunia, merona dengan warna kebesaran Alloh SWT. Dia yang terkagum mengangkat wajahnya di langit timur, tersenyum seakan-akan dia melihat Alloh. Lalu Memandang lekat langit seakan-akan dia akan melihat surga beserta malaikat-malaikat dan bidadari yang bahagia mengucap syukur penuh Cita dan Cinta.
Dia memejamkan matanya menundukan kepalanya dan mengucapkan do’a dengan khusyu’ dan berbisik dalam hati “Ya Alloh tunjukan letak surga sehingga aku bisa melihatnya, ampuni dosaku sehingga aku bisa melihatnya”
Menangis, “Hidupku terlalu sia-sia, maafkanlah aku Ya Alloh”


Setitik cahaya
08 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Mampukah ia yang sendirian akan terus berjalan dan berlari dijalan diman dia tidak mengetahui ujungnya. Dia hanya mendengar bisikan dari ujung jalan, “Ya Khalid kemenangan sudah dekat! kemengan sudah dekat !.
Dia tidak sendiri dia hanya didepan sendirian. Tanpa ia tahu jika ia berjalan lebih cepat atau berjalan agak lambat maka dia bisa menyapa beberapa Teman seperjuangan yang berkata “Ya Khlid kenapa engkau melambatkan langkahmu” atau “Ya Khlid kau cepart sekali, aku harus mengejarmu”
Dan kini ia tahu di tidak sendirian
















